Syarat dan Rukun Umroh !


Syarat dan Rukun Umroh – Umroh jadi pilihan alternatif bagi setiap umat muslim yang ingin segera mendatangi Baitulla untul Badal Haji. Umroh sanggup ditunaikan kapan saja, namun lebih baik andaikata ditunaikan waktu datangnya bulan suci Ramadhan. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Umroh terhadap bulan Ramadhan serupa bersama dengan ibadah haji”.
Sebelum lakukan ibadah umroh sebaiknya Anda paham syarat dan rukun Umroh supaya umroh yang Anda lakukan berlangsung bersama dengan baik dan sah.
Syarat Umroh
Syarat umroh merupakan suatu yang harus dipenuhi, dan andaikata tidak dipenuhi maka ibadah umroh yang ditunaikan diakui tidak sah. Berikut syarat – syarat Umroh :
1. Muslim
Ibadah umroh cuma boleh ditunaikan oleh umat Islam, terkecuali selain umat Islam maka haram baginya lakukan ibadah umroh.
2. Berakal
Melaksanakan setiap ibadah tentunya orang berikut harus berakal. Apabila tidak berakal maka tidak ada tugas baginya untuk lakukan ibadah umroh.
3. Baligh
Baliq bagi laki –laki ditandai salah satunya dnegan mimpi basah, tetapi untuk perempuan ditandai bersama dengan menstruasi. Apabila belum baligh atau dewasa maka tidak ada tugas baginya lakukan umroh.
4. Mampu
Mampu di dalam makna sanggup di dalam fisik, kebugaran dan biaya.
Rukun Umroh
Rukun umroh merupakan suatu yang harus ditunaikan di dalam lakukan ibadah umroh. Berikut rukun – rukun umroh :
1. Ihram
Ihram merupakan tekad untuk mengawali lakukan ibadah umroh. Jika tidak diniatkan maka umrohnya tidak sah. Niat ihram ditunaikan di Masjid Birr Ali Madinah. Bagi kaum muslim yang hendak lakukan umroh harus baginya mengenakan busana ihram. Pakaian ihram yakni berupa kain putih tanpa jahitan yang cuma dililitkan di tubuh untuk laki – laki, dan untuk perempuan di sunahkan berwarna putih, yang penting menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasan- perhiasannya. Setelah resmi bergabung di Travel Haji Umrah di dalam kondisi ihram maka harus mentaati untuk tidak lakukan hal-hal yang dilarang dikala berihram. Beberapa larangan yang tidak boleh ditunaikan dikala berihram yakni :
• Tidak diperbolehkan menutup kepala dan kenakan busana yang ada jahitannya untuk laki – laki
• Tidak diperbolehkan menutup muka dan kedua telapak tangan untuk wanita, terkecuali dekat dengannya laki – laki yang bukan muhrimnya
• Tidak diperbolehkan memotong kuku kaki ataupun tangan, rambut dan bulu badan
• Tidak diperbolehkan melamar, menikah, dan menikahkan
• Tidak diperbolehkan bersetubuh atau jima’
• Tidak diperbolehkan membunuh hewan darat
• Tidak diperbolehkan berkata kotor
• Tidak diperbolehkan berkelahi
• Tidak diperbolehkan kenakan wangi – wangian
2. Tawaf
Tawaf yakni berlangsung memutari ka’bah sebanyak 7 putaran. Tawaf ditunaikan di Masjidil Haram Makkah. Langkah tawaf hendaknya diperhendek dan dipercepat dan sedapat bisa saja mendekati Ka’bah.
Disunahkan terhadap tiga putaran pertama ditunaikan bersama dengan berlari – lari kecil atau berlangsung cepat terkecuali memungkinkan, dan seterusnya ditunaikan bersama dengan berlangsung biasa. Tawaf di mulai dan diakhiri di Hajar Aswad bersama dengan menjadikan Baitullah di sebelah kiri. Adapun tata langkah tawaf yaitu:
• Memulai bersama dengan berlangsung dekat Hajar Aswad sambil mencium, menyapu, atau memberi isyarat bagaimana dapatnya
• Disunnahkan berlangsung cepat terhadap tiga putaran pertama
• Memperbanyak doa dan dzikir
3. Sa’i
Sa’i yakni berlari- lari kecil sebanyak 7 kali bolak- balik pada Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Sa’i sanggup ditunaikan di dalam kondisi tidak berwudhu, haid, atau nifas.
4. Tahallul
Tahalul yakni dihalalkan bagi jamaah umroh untuk dilakukan, dimana pada mulanya dilarang dikala lakukan ihram. Tahalul ditunaikan bersama dengan mencukur rambut sedikitnya 3 helai.
5. Tertib
Tertib berarti rukun- rukun umroh harus ditunaikan secara berurutan. Apabila tidak ditunaikan secara berurutan maka ibadah umroh yang ditunaikan diakui tidak sah.
Demikian sedikit penjelasan mengenai syarat dan rukun di dalam lakukan ibadah umroh. Semoga artikel ini memberi manfaat.

Leave a Reply