4 Oleh-oleh Khas Semarang yang Tidak Boleh Kamu Lewatkan!

Semua suka makan, apalagi kalau gratis, wah! Pada rebutan! Saat kamu liburan ke Semarang, selain rencana perjalanan, hal apalagi yang kamu pikirkan? Pasti oleh-oleh, kan? Untuk teman di kantor, keluarga di rumah, dan pastinya si dia yang selalu di hatimuuuu… Iya, tau, liburanmu kepentok di budget, kan? Menginap aja di hotel murah di Semarang, tapi bukan berarti kamu harus pulang dengan tangan kosong, berikut ini oleh-oleh khas Semarang yang tidak boleh kamu lewatkan saat berlibur ke Semarang!

Moaci wijen

Moaci wijen ini mirip onde-one, tapi teksturnya lebih kenyal dan mini. Sekali nyoba bikin nagih! Lembut di luar, renyah dan legit di dalam karena ada kejutan filling atau isian yang biasanya terbuat dari kacang dan gula karamel. So yummy! Untuk pilihan rasanya ada banyak, seperti original wijen, durian, strawberry, coklat, pandan, dan talas. Kamu suka rasa apa? Rasa yang dulu pernah ada? Eeeaaaa…. oh iya, moaci ini berbeda dengan moaci bandung, kamu gak perlu takut kotor kena terigu kalau makan moaci wijen.

Merk yang terkenal dan paling digemari adalah Moaci Wijen Gemini. Pastikan sebelum check-out dari hotel murah di Semarang, kamu sudah beli moaci ini untuk oleh-oleh, ya! harganya mulai Rp20.000 – Rp30.000-an, kok! MURAH!

Tahu Bakso

Olahan tahu memang gak pernah salah, selalu cocok unutuk dijadikan lauk ataupun cemilan, seperti tahu bakso ini yang menjadi salah satu oleh-oleh favorit para wisatawan yang melancong ke Semarang. Tahu bakso yang famous banget adalah Tahu Baxo Bu Pudji, yup… baxo, pake ‘x’. Tahu Baxo Bu Pudji ini tadinya oleh-oleh hanya khas dari Ungaran, tapi sangking enaknya akhirnya dia naik pangkat jadi oleh-oleh favorit khas Semarang. Dibandrol dengan harga mulai dari Rp33.000 – Rp35.000/bungkus dengan isi per bungkusnya 10 buah. Tahu Baxo Bu Pudji bisa bertahan 2-3 hari jika disimpan di freezer. Dimakan saat panas lebih nikmat!

Lunpia/Lumpia

Cita rasa lumpia adalah perpaduan dari rasa dari Tionghoa dan Indonesia. Kok bisa? Karena lumpia yang pertama kali dibuat oleh seorang keturunan Tionghoa yang menikah dengan orang Indonesia dan menetap di Semarang. Nama lumpia/lunpia sendiri kalau di Belanda dan Belgia dieja dengan “loempia” yang merupakan ejaan Bahasa Indonesia lama untuk lumpia.

Bentuknya menyerupai roulade atau rolade dengan isian udang, telur, ayam, dan rebung/bambu muda. Gak susah untuk menemukan toko lumpia di Semarang, rasanya juga jempolan! Contohnya di Jalan Mataram, Jalan Pemuda, Jalan Gajahmada serta Gang Lombok. Kalau kamu menginap di hotel murah di Semarang dekat jalan-jalan tersebut, langsung aja cuss~~

Leave a Reply